Download Presentasi Program Al Quran Terpadu TPPQ Nganjuk 16 Juni 2015. Seminar dan Workshop Model Pembelajaran Pemahaman Al Quran Terpadu yang Diselenggarakan oleh TPPPQ Masjid Istiqlal yang bekerja sama dengan Komunitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Nganjuk. Diselenggarakan pada tanggal 29 Sya’ban 1436 H / 16 Juni 2015 M.

Pengantar

KEPEDULIAN UMAT ISLAM Mengkaji dan mendalami kitab suci Al Qur’an sangat memprihatinkan

Membaca Al Quran setiap hari belum banyak dilakukan. Pada hal perintah turun ayat pertama adalah “Iqra” baca. Banyak yang mengorbankan dirinya sampai meninggal dunia belum bisa baca Al Qur’an.

AKIBATNYA

  • Pemahaman terhadap Al Qur’an yang merupakan pedoman hidupnya masih pada kulit-kulitnya saja.Belum bisa meresap kedalam qalbunya.
  • Bagaimana bisa meresap, menerjemahkan kata demi kata, mulai dari surat Al Fatihah s/d surat An Nas 114 surat 30 Juz, belum bisa.
  • Sehingga tidak mampu menggerakkan jiwa raganya ke jalan yang lurus seperti Al Qur’an

TERBUKTI

Bangsa Indonesia yang terdiri mayoritas muslim, ternyata tidak mampu menunjukkan sebagai bangsa yang terbaik.

Berarti ada yang salah.

1. Mungkinkah Al Qur’annya yang salah?
2. Pengamalannya yang keliru?
3. Banyak yang belum paham terhadap Al Qur’annya?

Jaminan Kemudahan Al Quran

Dan sesungguh-sungguhnya telah Kami mudahkanAl Qur’an untuk pelajaran (untuk dipelajari) maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ? (mau mempelajari)
Yang ditanyakan Allah, bukan kemampuannya, tetapi kemauannya.

Rahasia Kemudahan

Setelah dihitung, kosa kata di dalam Al Qur’an jumlahnya tidak sampai 110.000kosa kata.
Tetapi 89%diulang

CONTOH KOSA KATA YANG DIULANG

Alladziina: 810 kali
Hum 3674 kali
Ulaaika 205 kali
Allaah 2698 kali

YANG BANYAK MEWAKILI KOSA KATA DALAM AL QUR’AN ada pada SURAH AL BAQARAH. Kuncinya adalah siapapun ingin lancar membaca Al Quran, lancarkan dulu Surah Al Baqarah. Begitu pula siapapun ingin bisa menerjemahkan Al Qur’an, berlatih dulu menerjemahkan Surah Al Baqarah. Khususnya Surah Al Baqarah Juz-1 yang terdiri3.624 kosa kata.

Adapaun Model Pembelajaran Pemahaman Al Quran Terpadu ini merupakan Ijtihad para Asatidz. Program ini berorientasi pada peningkatan skill dalam bidang pemahaman Al Qur’an sampai pada kemampuan mengajarkan sehingga mereka para peserta yang telah lulus paket 6 mampu mengajar paket 1, lulus paket 7 mampu mengajar paket 2, dst.

*) Satu kelas dibimbing oleh 3 ustadz dengan basic pendidikan formal (S1) yang menguasai keilmuan dalam bidang penerjemahan Al Qur’an.

*) Menitik beratkan pada perubahan paradima baru dalam sistem pengajaran, peralihan sistem pengajian mengarah pada sistem pelatihan (Training)

Kondisi Kelompok Belajar:

  • Jumlah peserta19 – 27 orang
  • Seminggu satu kali.
  • Setiap pertemuan 90 menit

JENJANG PENDIDIKAN

KETERANGAN :

Tingkat Dasar 3 pkt
Tingkat Menengah3 pkt
Tingkat Atas 3 pkt
Tingkat Tinggi 6 pkt

15 pkt

JENJANG MATERI PENDIDIKAN

Kunci Keberhasilan

Sistem belajar yang tepat
Peran Instruktur
Etos belajar para peserta

Kunci utama kesuksesan mengikuti program ini adalah Faktor kehadiran & Interaksi dalam kelas

Model Pembelajaran Pemahaman Al quran Terpadu ini diselenggarakan oleh Masjid Istiqlal Jakarta. Sifat program ini adalah berbasis Pelatihan melalui sistem pemahaman dan bukan hafalan.

Dimulai dari: Penguasaan Kosa kata, ciri-ciri dan tanda-tandanya Kemudian, belajar ilmu alatnya Bahasa dan tata bahasa. Sedangkan pada umumnya pembelajaran Al Quran dimulai dari Juz’ Amma, maka pada program ini dimulai dari Surah Al fatihah, Al BAqarah, Ali Imran sdt.

Esensinya bukan pada pola terjemahnya akan tetapi pada aplikasi ilmu alatnya.

Sebagai info dan penting adanya untuk diketahui, bahwasanya Presentasi ini pernah dipresentasikan di

  1. Forum PENAIS se Jawa Lampung dan Bali di Tawangmangu Jateng, 2/9/ 1993
  2. Munas LPTQ se Indonesia di Pekanbaru Riau, 19/7/1994
  3. Pelatihan Instruktur se Jawa di Jakarta 1994,
  4. Pelatihan Instruktur se Sumatera di Padang 10/10/1995
  5. Pelatihan Instruktur se Kalimantandi Palangkaraya 12/11/1996
  6. Pelatihan Instruktur se SulawesidiPalu 5/8/1999
  7. dan lainnya sampai akhir 2014

Peserta program ini telah mencapai58 angkatan. Program ini telah diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Banjarmasin, dll.